Selasa, 01 Maret 2016

 Tiga Tanda Alam Kemunculan Dajjal

Dajjal merupakan sosok eskatologi Islam yang nantinya muncul di akhir zaman. Kehadirannya menjadi tanda bahwa dunia sudah memasuki akhir zaman dan tinggal menunggu waktu terjadi kiamat besar.

Keberadaan dan kemunculan makhluk bermata satu ini diimani oleh umat Islam. Namun tidak ada yang mengetahui pasti dimana keberadaannya kini, serta kapan Dajjal akan keluar dari persembunyiannya. Namun Nabi Muhammad SAW sudah mengabarkan tanda-tanda alam saat Dajjal akan muncul dan membuat kerusakan di bumi.

Satu diantara tanda ini sudah mulai tampak. Ini menjadi peringatan bagi kaum mukmin untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan agar terhindar dari fitnahnya. Apa saja tanda alam tersebut? Berikut ulasannya.

1. Menyusutnya Danau Tiberias
Salah satu fenomena alam yang menandai kemunculan Dajjal adalah menyusutnya Danau Tiberias.  Secara geografis wilayahnya terletak di Palestina dan Suriah, namun saat ini sudah dikuasai oleh Israel. Sungai yang disebut juga dengan sungai Galilee ini kini digunakan oleh penduduk Israel untuk pertanian, perkebunan, air minum dan sanitasi.

Ironisnya, sungai ini debitnya sekarang kian menyusut. Hal ini disebabkan karena rendahnya curah hujan di wilayah tersebut, serta populasi warga Israel yang justru mengalami peningkatan. Hal ini tentu bukan menjadi bencana bagi warga Israel saja. Namun juga umat Islam, pasalnya dengan keringnya Danau Tiberias, menjadi tanda bahwa sosok yang tidak diinginkan akan segera muncul. Ya Dajjal laknatullah...

Hadist Riwayat Imam Muslim dari Fatimah binti Qais bahwa beliau radhiallahu 'anhu berkata bahwa seorang yang bernama Tamim ad-Dari mendatangi Nabi menceritakan tentang pertemuannya dengan Dajjal. Tamim berlayar selama 30 hari dan terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari.

Di Pulau tersebut Tamim bertemu dengan sosok yang bernama Dajjal dan mempertanyakan perihal danau Tiberias.

“Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.” (Hadist Riwayat Imam Muslim)

2. Terjadi Kekeringan Selama Tiga Tahun
Sebelum kemunculan Dajjal, peristiwa alam yang akan terjadi adalah kekeringan panjang.  Tiga tahun sebelum kemunculannya, Allah SWT akan menahan air dari langit-Nya. Kondisi ini terjadi secara bertahap. Dimana pada tahun pertama, Allah menahan sepertiga dari air hujannya, pada tahun kedua, langit akan menahan dua pertiga dari air hujannya, dan tahun ketiga, langit akan menahan air hujan semuanya. Tidak terbayangkan kondisi pada saat itu, mengingat air merupakan sumber kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga tahun sebelum keluarnya Ad-Dajjal, langit akan menahan sepertiga dari air hujannya, dan bumi menahan sepertiga dari tumbuh-tumbuhannya. Pada tahun yang kedua, langit akan menahan dua pertiga dari air hujannya dan bumi akan menahan dua pertiga dari tumbuh-tumbuhannya. Pada tahun yang ketiga langit akan menahan air hujan semuanya dan bumi juga akan menahan tumbuh-tumbuhan semuanya.” (HR Ahmad – dengan sanad laa ba’sa bihi)

Tahap-tahap yang terjadi ini memperlihatkan bagaimana skema perubahan iklim yang terjadi di bumi. Namun, jika manusia biasa menyebutnya perubahan iklim, maka sebenarnya itu adalah kuasa Allah SWT yang menahan rezeki berupa air.

3. Terjadi Kelaparan Panjang
Bisa dipastikan apa yang terjadi setelah kekeringan. Pastinya, manusia akan mengalami kelaparan hebat. Pasalnya, tanpa air, tumbuhan dan ternak tidak dapat bertahan hidup. Apalagi, sudah dijelaskan dalam hadist di atas bahwa Allah memerintahkan bumi untuk menahan tumbuh-tumbuhan untuk tumbuh di atasnya.

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya. Dan di tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku.” (“Kisah Dajjal”- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani; Pustaka Imam Asy-Syafi’i; hlm. 92).

Makna dari binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan berkuku adalah hewan yang dapat memberi protein bagi manusia. Hewan-hewan seperti kambing, domba, sapi kerbau dan Unta akan binasa karena mereka juga tidak memiliki makanan untuk bertahan hidup.

Bagaimana dengan makanan kaum mukmin? Allah SWT akan mencukupkan perut mereka dengan makanan layaknya makanan penghuni langit (Malaikat). Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya

“Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah, dan itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis.” (HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir).
 Sabtu, 12 Desember 2015

SEJARAH INTIFADHAH

Tanggal 9 Desember 1987 menjadi hari yang tak terlupakan di bumi Palestina. Hari itu, meletuslah sebuah perang perlawanan terhadap Zionis Israel. Semua yang ada di Palestina merapatkan barisan, menjadi satu shaff, tua muda, laki-laki dan sebagian perempuan. Media menyebut waktu itu sebagai “Pertempuran terdahsyat sejak proklamasi negara Zionis Israel tahun 1948".

Intifada berasal dari kata berbahasa Arab intifadlah dari asal kata nafadla yang berarti gerakan, goncangan, revolusi, pembersihan, kebangkitan, kefakuman menjelang revolusi, dan gerakan yang diiringi dengan kecepatan dan kekuatan. Intifada pertama kali dipakai sebagai nama oleh sebuah kelompok perjuangan Palestina yang membelot dari Gerakan Fatah. Namun kini kata itu lekat dengan gerakan kebangkitan baru rakyat Palestina.

Pada dekade 1980-an, rakyat Palestina secara serentak bangkit melakukan perlawanan menentang rezim Zionis Israel. Sejak itu, intifada dipakai untuk menyebut gerakan yang muncul secara tiba-tiba, serentak, independen, agresif, universal, dengan kesadaran dan rasa protes, serta dengan penuh keberanian. Gerakan itu dilakukan oleh rakyat Palestina dalam menghadapi rezim Zionis Israel.

Hebatnya, pada Intifadhah yang pertama kali meletus, Palestina berperang tanpa persenjataan dan tanpa dibantu negara-negara Arab tetangganya. Saat itu, rakyat Palestina tidak memiliki sarana dan fasilitas apapun dalam perjuangan membebaskan negeri mereka melawan tentara Zionis. Mereka bersenjatakan batu untuk membela diri dan menyerang musuh.

Karena itu, intifada dekade 80-an disebut juga dengan revolusi batu. Meski hanya bersenjatakan batu, tetapi intifada ini sangat menakutkan bagi Israel. Sebab dalam kitab suci mereka tercatat kisah Nabi Daud as yang membunuh Jalut, raja yang kejam dan bengis dengan senjata batu. Tidak heran jika anak-anak Palestina kemudian selama bertahun-tahun sampai kini dikenal dengan sebutan “Children of Stone” atau anak-anak batu.

Mengenai gerakan intifada, Syahid Dr Fathi Ibrahim Shaqaqi, Sekjen pertama Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan:

“Dalam sejarah revolusi dan perjuangan, kata intifada memiliki latar belakang yang panjang. Akan tetapi dari sisi makna, intifada berarti kebangkitan menggantikan masa kevakuman. Intifada adalah tahap pendahulu bagi sebuah revolusi. Misalnya, di Iran, terjadi kebangkitan di madrasah Feiziyah Qom. Kebangkitan itu kita namakan intifada, sebab gerakan itu pada tahun 1979 membuahkan kemenangan revolusi. Apa yang terjadi saat ini di Palestina tak lain adalah tahap bagi sebuah revolusi. Kita tak pernah membayangkan gerakan kebangkitan ini akan berjalan secara luas dan universal seperti ini. Kita namakan gerakan ini dengan nama intifada. Karena itu, kami di Gerakan Jihad Islam menyebut kebangkitan ini sebagai intifada dan revolusi.”

INTIFADHAH 1

Sehari sebelum meletus Intifadhah pertama, sebuah truk militer Israel masuk ke wilayah pengungsi Palestina di Jabalya, di Gaza. Seperti layaknya semua hal yang berbau Israel, truk ini masuk tanpa tujuan yang jelas, kecuali menyerang orang Palestina. Empat orang terbunuh. Bersamaan dengan itu, Yahudi pun bersikeras merebut Masjidil Aqsa atau Yerusalem Timur. Karena kebiadaban Israel yang sudah mengakumulasi, semua orang Palestina berdiri saat itu. Ada momen yang membuat mereka harus segera menyelesaikan urusannya dengan Israel yang tak punya rasa kemanusiaan. Pada 9 Desember, pagi yang sepi dan dingin, kemudian berubah menjadi teriakan takbir di seantero Palestina.

Di Gaza, Israel memperparah keadaan, karena di tanggal 18 Desember, serdadu-serdadunya membunuh 2 orang dan melukai 20 orang Muslim yang baru selesai shalat Jumat. Para serdadu itu kemudian melanjutkan keganasannya dengan menyerbu Rumah Sakit Syifa, memukuli para doktor dan perawat dan menyeret orang-orang Palestina yang dirawat karena terluka dalam insiden shalat Jumat. Beberapa stasiun televisi menyiarkan gambar tetnara Israel bersenjata berat memukuli dan membunuhi warga Palestina. Dunia internasional mengecam tindakan kejam Israel, namun tidak ada yang berbuat kongkret dalam menyikapi negara Zionis itu.

19 Januari 1988 Menhan Rabin mengumumkan kebijakan baru yang dinamai “Tulang-tulang Patah”. Yitzhak Shamir, perdana menteri Israel waktu itu, menyatakan, “Tugas kita sekarang adalah untuk membangun lagi dinding ketakutan antara orang-orang Palestina dan militer Israel.”

Dalam waktu tiga hari sesudah pengumuman itu, 197 warga Palestina dirawat di beberapa rumah sakit karena mengalami patah tulang yang parah. Kelompok-kelompok HAM Palestina melaporkan, sejak dimulainya Intifadhah sampai akhir tahun 1993, para serdadu Israel dan pemukim Yahudi telah membunuh rakyat Palestina sebanyak 1.283 orang. Diperkirakan 130.472 mengalami luka-luka, 481 orang diusir, 22.088 dipenjara tanpa pengadilan, 2.533 rumah dihancurkan atau diambil alih, serta 184,257 batang pohon di kebun-kebun rakyat Palestina ditebang oleh serdadu Israel.

Sepanjang masa ini, perhatian dunia tertuju pada kasus anak-anak yang tempurung kepalanya pecah dan tangan-tangan mereka dipatahkan oleh para tentara Israel. Orang-orang Palestina, dari yang paling muda hingga yang paling tua, menentang kekerasan militer Israel dan penindasan dengan sambitan batu apa pun yang dapat mereka temukan. Sebagai balasannya, tentara Israel secara besar-besaran memberondongkan senjatanya: menyiksa, mematahkan tangan, dan menembaki lambung dan kepala orang-orang dengan tembakan senapan. Pada tahun 1989, sebanyak 13.000 anak-anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel.

Intifadah rakyat Palestina, yang dilakukan dengan sambitan batu dan pentungan untuk melawan tentara paling modern di dunia, berhasil menarik perhatian internasional pada wilayah ini. Gambar-gambar yang intinya mengenai pembunuhan tentara Israel atas anak-anak berusia sekolah sekali lagi menunjukkan kebijakan teror pemerintah pendudukan.

Di Palestina, di mana 70% penduduk terdiri atas kalangan muda, bahkan anak-anak pun telah mengalami perpindahan, pengusiran, penahanan, pemenjaraan, dan pembantaian semenjak pendudukan tahun 1948. Mereka diperlakukan seperti warga kelas dua di tanahnya sendiri. Mereka telah belajar bertahan hidup dalam keadaan yang paling sulit. Renungkanlah fakta-fakta berikut ini: 29% dari orang yang terbunuh selama Intifadah al-Aqsa berusia di bawah 16 tahun; 60% dari yang terluka berusia di bawah 18; dan di wilayah tempat bentrokan paling sering terjadi, paling tidak lima anak terbunuh tiap hari, dan setidaknya 10 orang terluka.

Chris Hedges, yang bertindak selaku kepala biro Timur Tengah The Times selama bertahun-tahun, menyatakan bagaimana tentara Israel membunuh anak-anak Palestina tanpa ragu dalam sebuah wawancara:

Saya telah melihat anak-anak ditembak di Sarajevo. Maksud saya, penembak jitu akan menembaki anak-anak di Sarajevo. Saya telah melihat tentara kematian membunuh keluarga-keluarga di Aljazair atau El Salvador. Namun saya tak pernah melihat tentara melecehkan dan menelanjangi anak-anak seperti ini lalu membunuh mereka untuk kesenangan.” (Wawancara NPR dengan Chris Hedges)

Intifadhah Pertama dianggap selesai pada 13 September 1993, ketika Perjanjian Oslo ditandantangani dalam sebuah upacara meriah di pekarangan selatan Gedung Putih. PM Israel Yitzhak Rabin dan Ketua PLO (Palestine Liberation Organisation) Yasser Arafat bersalaman disaksikan Presiden AS Bill Clinton. Pasca Camp David Summit, masih ada upaya perdamaian melalui Beirut Summit yang diprakarsai oleh Arab Peace Initiative, dan juga proposal Peta Jalan atau Road Map for Peace yang diusulkan oleh Quartet on Middle East yang terdiri dari AS, Rusia, PBB, dan Uni Eropa (UE). Dan sama seperti upaya-upaya perdamaian sebelumnya, kedua pertemuan itu tidak berhasil mendamaikan Palestina dan Israel.

Belum genap tiga tahun, Perjanjian itu sudah dianggap mati, ditandai kebijakan agresif perdana menteri Israel yang waktu itu terpilih, Benyamin Netanyahu. Ketika Perdana Menteri Ariel Sharon, menginjakkan kaki ke Masjidil Aqsa tahun 2000, dunia menyaksikan Intifadhah Kedua meletus.

INTIFADHAH 2

Untuk memahami kekerasan yang terus berlanjut di luar kendali pada bulan April 2001 dan membawa Israel dan Palestina mandi darah, kita harus ingat bagaimana Intifadah terakhir dimulai. Orang yang ada di pusat kejadian ini adalah Ariel Sharon, yang kemudian menjadi, dan masih menjadi perdana menteri. Sharon dikenal oleh orang-orang Islam sebagai seorang politisi yang gemar menggunakan kekerasan.

Seluruh dunia mengenalnya karena pembantaian yang telah ia lakukan atas orang-orang Palestina, perilakunya yang suka menghasut, dan kata-kata kasarnya. Yang terbesar dari pembantaian-pembantaian itu terjadi 20 tahun yang lalu di kamp pengungsian Sabra dan Shatilla, menyusul serangan Israel pada Juni 1982 ke Libanon. Dalam pembantaian ini, sekitar 2000 orang tak berdaya dibunuh, mengalami siksaan hebat, dan dibakar hidup-hidup.

Sharon, di bawah kawalan 1200 orang polisi, memasuki Mesjid al-Aqsa, suatu tempat yang suci bagi Muslimin. Setiap orang, termasuk para pemimpin Israel dan rakyat Israel sepakat bahwa masuknya Sharon ke tempat suci ini, suatu perbuatan yang biasanya terlarang bagi non-Muslim, adalah sebuah provokasi yang dirancang untuk mempertegang keadaan yang sudah memanas dan memperbesar pertentangan. Ia jelas-jelas berhasil. Penentuan waktunya sama pentingnya dengan tempat itu, karena pada hari sebelumnya Ehud Barak telah mengumumkan bahwa Yerusalem mungkin dibagi dua dan dimungkinkan perundingan dengan orang-orang Palestina.

Pada 28 Sept 2000, Intifadah Kedua dimulai, dipimpin oleh HAMAS. PNA sendiri dalam pihak yang bertentangan dengan HAMAS. PNA lebih milih untuk berdialog daripada berperang. Pada 26 Okt 2004, gigihnya perjuangan Intifadah II membuat Israel kewalahan dan mengesahkan program penarikan mundur dari Jalur Gaza. Pada, 11 Nov 2004 Yaser Arafat meninggal. Kepemimpinan di PLO digantikan oleh Mahmoud Abbas.

September 2005 dimulai penarikan mundur tentara Israel dari Jalur Gaza. Inilah kemenangan para pejuang Palestina setelah 38 tahun. Namun, Israel terus melancarkan serangan dan teror ke Jalur Gaza. Selain itu, Israel mendirikan tembok-tembok pembatas yang mengucilkan pemukiman Palestina dan memperlebar perumahan bagi bangsa Yahudi.

Israel telah membunuh lebih dari 20.000 orang Palestina dalam rentang waktu 4 bulan ketika mereka membom Libanon tahun 1982. Sebagai perbandingannya, Israel kehilangan 21.182 penduduknya dalam usaha pendirian Negara Israel selama lebih dari 120 tahun (yakni dari tahun 1882 hingga 2002) *(1)

Bukan Hanya Persoalan Palestina

Sesungguhnya, apa yang terjadi di Palestina sekarang bukan hanya persoalan bangsa Palestina belaka. Jika berhubungan dengan Islam, maka jelas umat sudah seharusnya memperhatikan apa yang ada di sana. Al-Quds adalah rumah bagi Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama kaum Muslimin dan bangunan paling suci ketiga setelah Ka’bah di Makkah dan Mesjid Nabi Muhammad di Madinah, Arab Saudi. Maknanya telah diperkuat oleh kejadian Al Isra’a dan Al Mi’raj.

Jika lebih luas lagi, jika menyangkut isyu HAM, maka dunia internasional sudah seharusnya melihat dengan mata bersih: bahwa penjajahan di atas dunia ini masih berlaku, yaitu Israel terhadap Palestina. Bukti apa lagi yang kurang? Sekarang, Palestina hanya tinggal mempunyai semangat dan batu untuk melawan Israel.

Lantas, sekarang apakah Intifadhah ketiga akan segera hidup? Rakyat Palestina sudah terlalu lama menderita dalam penjajahan, sementara dunia Islam dan negara-negara Arab bungkam seribu bahasa!


INTIFADHAH 3 (2015)

Bangsa Palestina, bangsa yang tidak mengenal kata MUSTAHIL. Intifadhah I, sukses memaksa Israel ke meja perundingan Oslo I. Intifadhah II, membuat Israel menarik mundur dari jalur Gaza. Intifadhah III melahirkan 5 kesuksesan sekaligus.

Intifadhah III sukses mempersatukan barisan Palestina di wilayah-wilayah teritori yang selama ini terisolir, baik letak geografis maupun administrasi. Tepi Barat, Jalur Gaza, Al-Quds, dan area 1948 kini satu suhu.

Intifadhah III mengindikasikan suksesnya Al-Harakah Al-Islamiyyah di bawah komando Syaikh Raid Shalih, Al- Harakah Al-Islamiyyah yang baru divonis penjara 11 tahun 3 bulan dengan tuduhan “provokator kerusuhan.” Syaikh Raid Shalih, salah seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin di Palestina. Dikenal sebagai Syaikh Al-Aqsha. Israel menyebutnya dengan julukan “Sayyidul Haram”. Al-Harakah Al-Islamiyyah adalah gerakan Islam di dalam negeri Israel.

Intifadhah III berhasil menghadirkan senjata perlawanan baru, yang mudah didapat yaitu pisau. Senjata yang ternyata sangat menakutkan Israel, yang anggaran militernya baru dinaikkan 4 kali lipat.

Intifadhah III melahirkan generasi baru perlawanan. Generasi yang nampak semakin siap dan matang melakukan perlawanan bersenjata melawan Israel. Hal yang membuat nyali militer kecut dan surut.

Intifadhah III menjadi warning bagi Israel, dimana rakyat Palestina memiliki kemampuan melakukan operasi bersenjata langsung di wilayah-wilayah yang dikuasai Isarel.

Melihat Israel tak berdaya. Ban Kin Moun, Sekjen PBB langsung datang berkunjung.  Satu indikasi bahwa Israel kalah. Sepanjang sejarah Israel berdiri, tidaklah pejabat AS-UE-atau PBB datang menjadi penengah, melainkan Israel dalam kondisi tak berdaya.

Intifadhah III membalikkan keadaan. Israel yang selalu mendikte, kini harus menerima kenyataan bahwa anak muda Palestina sadar perdamaian palsu dan demonstrasi damai, hanya bagian dari kehinaan.

Israel boleh bangga dengan rudal canggih terbaru dari AS. Tapi rudal dan alat tempur canggih itu tak mampu menjamin  keselamatan warganya dari ancaman tikaman pisau.

Intifadhah Pisau benar-benar membuat mati kutu intelejen Israel. Mereka tidak mampu melakukan cegah tangkal. Sebab pelakunya  bisa siapa saja. Bisa sosok aktivis jihadis, bisa juga ABG sekularis, atau bisa kaum terpelajar bisa tidak.

Mari menjadi saksi sejarah The Pampers Army. Mereka menghadapi bangsa yang mencintai kematian, sebagaimana mereka mencintai kehidupan. Itulah bangsa Palestina, yang kini membuat malu dunia Islam dan dunia Arab.

Seandainya saja bangsa Arab terbuka hatinya. Senjata yang dimiliki negara kecil Kuwait, cukup untuk mengalahkan Israel asal yang berjuangnya seberkualitas pasukan HAMAS dan jihad Islam.
Sabtu, 23 Januari 2016

TARBIYAH RUHIYAH (Pembinaan Hati)

DR. Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya yang berjudul “Tarbiyah Ruhiyah” menyebutkan bahwa ada lima faktor penting dalam mencapai takwa.

1. Mu'ahadah (Mengingat perjanjian dengan Allah), (QS 1:5, 7:172, 16:91)


Sebelum kita lahir kedunia, saat di tiupkan ruh kedalam rahim ibu kita, saat itu Allah SWT telah menentukan takdir kita. Siapa jodoh kita, kapan kita meninggal, dan berapa banyak rezeki yang akan kita peroleh. Dan saat itu Allah SWT juga telah membuat perjanjian kepada kita. Kita sudah menyatakan bahwa Allah SWT adalah tuhan kita. Allah SWT melakukan hal ini agar kelak di akhirat, kita tidak lagi berbantah-bantahan dan mengatakan bahwa tidak pernah dikenalkan atau diberi tahu tentang Allah SWT.
 
2. Muraqabah (Merasa selalu di awasi oleh Allah)


Jika kita senantiasa ingat bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita, tentulah kita akan selalu menjaga sikap dan perbuatan kita.


3. Muhasabah (Menghisab Diri)


Salah satu kunci kesuksesan seseorang adalah, di akhir hari dia selalu meghisab dirinya. Atau mengingat berapa banyak kesalahan yang telah dia perbuat hari ini, agar tidak dilakukannya lagi. Ternyata ini juga perlu kita lakukan untuk menjaga ruhiyah kita. Rasulullah bahkan menganjurkan agar kita senantiasa menghisab diri kita sebelum kita tidur.

4. Muaqabah (Memberikan Sanksi)


Ini adalah kelanjutan dari Muhasabah. Jadi setelah kita mengetahui bahwa kita melakukan kesalahan, hendaklah kita menghukum diri kita sendri. Memberikan hukuman agar kita ingat untuk tidak melakukannya lagi. 

5. Mujahadah (bersungguh-sungguh)

Setelah kita melakukan semua itu, hendaklah kita selalu bersungguh-sungguh atau istiqomah dalam melakukannya. Lebih baik melakukan sebuah ibadah yang kecil tapi rutin atau terus menerus, dibanding sebuah ibadah besar tapi hanya dilakukan sekali.

Faktor-faktor Amaliyah Lahiriyah yang menumbuh suburkan ruhiyah sebenarnya banyak sekali, tetapi ada beberapa yang terpenting. Diantaranya
·         Tilawah Al-Qur’an dengan mentadabburinya.
·         Hidup bersama dengan Rasulullah dan mencontoh sirahnya yang Agung.
·         Selalu menyertai orang-orang pilihan yang mereka yang berhati bersih dan mengenal Allah.
·         Dzikir kepada Allah dalam setiap waktu dan kesempatan,
·         Menangis kepada Allah dalam waktu khalwat.
·         Bersungguh-sungguh membekali diri dengan Ibadah nafilah
Sabtu, 23 Januari 2016

TARBIYAH

Secara umum, tarbiyah terdiri dari 3 kata kerja, yaitu:
📎Rabaa-yarbuu yg bermakna namaa-yanmuu, artinya berkembang.
📎Rabiya-yarbaa yg bermakna nasya-a, tara’ra-a, artinya tumbuh.
📎Rabba-yarubbu yg bermakna aslahahu, tawallaa amrahu, sasa-ahuu, wa qaama ‘alaihi, wa ra’aahu, yang artinya masing memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga dan memeliharanya (atau mendidik).

Pentingnya Tarbiyah bagi Muslimah:
1.Muslimah merupakan komponen dalam keluarga dan masyarakat yang sangat menentukan  perannya dalam membentuk generasi masa depan dan menciptakan peradaban.

Dalam perannya sebagai ibu,  muslimah memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang tangguh. Sebagai istri, peran muslimah juga sangat penting dalam mendampingi dan memberikan support kepada suami yang mungkin berprofesi sebagai pejabat pemerintahan ataupun profesi lainnya.

2.Pembinaan merupakan sesuatu yang niscaya, karena fitrah manusia yang senantiasa membutuhkan nasihat dan perhatian.

3.Karena manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT di mana salah satunya memiliki sifat lupa. Dengan demikian, manusia, termasuk di dalamnya muslimah butuh untuk selalu diingatkan dan diarahkan.

4.Karena tabiat manusia yang membutuhkan hidup berkelompok. Pembinaan dalam beberapa hal melatih bagaimana muslimah dapat hidup berkelompok dengan berbagai tanggung jawabnya.

5.Agar muslimah akan terpacu untuk senantiasa menambah ilmu dan wawasan sehingga akan dapat mengarungi kehidupannya dengan  ilmu dan pemahaman

6.Dengan tarbiyah, muslimah dapat mendukung suami dalam dakwah

7.Agar seorang  muslimah dapat  eksis di tengah masyarakat untuk bekerja sama dalam memberdayakan lingkungan yang islami.

8.Agar muslimah memiliki ilmu yang akan menjadi cahaya yang memandu muslimah dalam melangkah.  Ilmu juga akan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah dan di sisi manusia.

9.Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa iman seseorang kadang naik dan kadang berkurang, sehingga diperlukan sistem pengingat dan penjaga agar keimanan tidak turun.
Sabtu, 27 Februari 2016

Afatul Lisan (Bahaya Lidah)


Lisan atau lidah adalah salah satu dari nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Sebuah organ tubuh yang sangat kecil tapi sangat bermanfaat. Tak bertulang, tapi jika melukai jauh lebih sakit dari pada pedang yang tajam sekalipun.
Lisan, bisa dengan mudah memasukan kita ke surga, namun bisa juga dengan mudah menggelincirkan kita ke neraka.

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam".
Allah SWT juga bersabda di dalam Surat An-Nur (24) ayat 24, yang artinya, "pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan".

Dibawah ini beberapa perbuatan yang dapat membuat kita tergelincir ke neraka yang disebabkan oleh lisan kita. 

1. Ungkapan yang tidak berguna 

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya benar-benar seorang hamba mengucapkan kata-kata tanpa berfikir yang menyebabkan ia tergelincir kedalam neraka lebih jauh antara timur dan barat" (HR. Mutafakun 'alaih)

2. Berbicara secara berlebihan

Iman seseorang tidak akan lurus sebelum hatinya lurus dan hatinya tidak akan lurus sebelum lidahnya lurus. Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan lidahnya” (HR. Ahmad bin Hambal)
3. Ungkapan yang mendekatkan kebatilan dan maksiat, contohnya orang yang suka merayu
 
4. Berbantahan dan bertengkar (menyalahkan/menentang) sesuatu yang benar

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetabui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. an-Nahl: 125)

Filosofi dari rumus matematika yang kita tahu :
  • Hal yang benar (positif) jika kita benarkan (Positif) maka akan menjadi benar (+ x + = +)
  • Hal yang benar (positif) jika kita salahkan (negatif) maka akan menjadi salah (+ x - = -)
  • Hal yang salah (negatif) jika kita benarkan (positif) maka akan menjadi salah (- x + = -)
  • Hal yang salah (negatif) jika kita salahkan (negatif) maka akan menjadi benar (- x - = +) 

5. Banyak bicara untuk mendapatkan hak nya
6. Bercanda dan senda gurau
7. Ungkapan yang menyakitkan
8. Melaknat benda/binatang apalagi manusia
9. Bernyanyi dan bersyair
10. Menyebarkan rahasia
11. Berfasih-fasih dalam berbicara untuk menarik perhatian orang, contohnya adalah kampanye, over akting
12. Berbohong
13. Ghibah
14. Sanjungan yang menjerumuskan
15. Namimah (Adu Domba)
16. Bertanya yang bukan-bukan dan memberatkan yang di tanya