Bismillaahirrahmaanirrahiim
Seperti biasa, saya bukan ustadz. Saya hanya (mantan) pemusik yang suka menulis. Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena-Nya, dan bukan yang lain. Tulisan ini pun hanya pengingat bagi saya, atau siapapun, yang pernah bertanya seperti ini:
Masa sih musik haram?
Sesuatu yang indah seperti musik koq dilarang?
Dampak buruknya memangnya apa?
Manfaatnya kan banyak, seperti musik klasik misalnya?
Tentu saja banyak dalil dan pendapat mengenai ini. Begitupun perbedaan pendapat dalam menyingkapi misalnya: musik islami, atau lagu anak, dsb. Saya tidak akan membahas itu. Dalam tulisan ini saya akan lebih banyak menceritakan pengalaman saya sendiri sebagai seseorang yang pernah menjadikan musik sebagai kebutuhan hidup. Bagaimana musik pernah menjadi seperti air bagi hati saya, yang pasti membuat hati "kehausan" jika satu hari saja tidak mendengarkannya. Bagaimana musik bisa membuat hati damai di suatu hari, lalu membuat hati bergejolak di kemudian hari, dan kadang membuat hati liar bergentayangan di dunia imajinasi. Dan juga bagaimana musik pernah membuat jiwa saya putus asa, dan berada di titiknya yang terendah di sepanjang hidup.
Mungkin saja pengalaman ini spesifik untuk saya, dan tidak berlaku bagi orang lain. Mungkin tulisan ini pun tidak bisa menjawab semua pertanyaan di atas. Saya hanya sharing pengalaman saya sendiri, yang mungkin bisa diambil manfaatnya, bagi siapapun yang mengalami hal yang sama. Bagi siapapun yang cepat bosan membaca dan mempelajari Al-Qur'an, tak bisa berlama-lama mendengarkan bacaan atau murottal Al-Qur'an, dan susah sekali menghafal ayat-ayat Al-Qur'an.
Well...let's get it started.
Semenjak kecil, sepertinya memang saya mewarisi darah seni dari ibu saya (sebagaimana juga mungkin mewarisi darah science dari ayah saya). Saya sangat menyukai musik. Otak saya cepat sekali memproses nada-nada lagu. Bahkan saya sering "bernyanyi di dalam hati" atau "membayangkan nada dan lagu" tanpa benar-benar bersuara atau menyanyi. Semua nada lagu, instrumentasinya, suara gitar dan bass nya, begitu jelas "terdengar" ketika tombol "play" ditekan didalam otak.
Dari semenjak SMP, saya sudah bikin lagu sendiri. Yaa... tema lagu-lagunya sih ngga jauh dari tipikal remaja, apa lagi kalau bukan tema CINTA, hehe...
Dan ini berlanjut hingga ke SMA, kuliah, dan bahkan setelah berkeluarga. Walaupun ngga pernah benar-benar go pro, tapi lagunya bener-bener direkam, walaupun dengan suara pas-pasan (setelah dikasih efek dan editan berbagai macam, lumayan lah suaranya acceptable, hehe). Semakin dewasa, memang tema lagu nya makin bergeser ke arah tema KEHIDUPAN, SPIRITUAL, dan TUHAN.
Gitar benar-benar menjadi teman setia sejak dulu. Terutama waktu patah hati atau putus cinta, zaman SMP dan SMA, hehe. Pernah jadi gitaris dan aktif nge-band sama beberapa teman. Begitupun software synthesizer dan sound editing di laptop, dan bahkan di tablet yang come in handy, dan memudahkan untuk membuat lagu di mana saja, setiap mendapatkan "inspirasi".
Saya dulu penggemar musik alternative rock, progressive rock, emo rock, indie rock, dsb. Saya fans berat Coldplay, Paramore, Dashboard Confessional, The Used, Rif, Andra and The Backbone, One Republic, Yellowcard, Illenium, Breaking Benjamin, dll, you name it.
Saya dulu juga fans berat musik-musik slow dan klasik seperti Ludovico Einaudi, Niklas Aman, Beethoven, Mozart, Christina Perri, Civil Wars, dsb.
Belum lagi dengan adanya online music streaming app seperti SoundCloud, begitu mudah untuk menemukan musik-musik dan artist baru yang begitu renyah di telinga.
Saya dulu merasa "Music is amazing". Sesuatu yang bisa membuat kita melupakan kesedihan, kekesalan, kemarahan, problematika hidup, dan stress. Begitu earphone terpasang ke telinga kanan dan kiri, dan mata dipejamkan, seketika itu jiwa serasa melayang ke dunia suara yang penuh warna dan imajinasi. Completely isolated from outside world. Tanpa sadar kepala mengangguk-angguk dan jemari tangan mengetuk-ngetuk. Jiwa pun meliuk-liuk, seperti tersihir oleh gelombang-gelombang dengan berbagai bentuk.
Seiring bertambahnya problematika hidup dan stress, kebutuhan akan musik semakin menjadi-jadi. "Dosis" lagu-lagu favorit pun harus ditingkatkan. Koleksi lagu-lagu baru terus ditambah. Dan malam pun hampir selalu berlalu dengan earphone yang masih terpaku di telinga. Lalu pagi hari terbangun dengan hati kecewa karena waktu di dunia imajinasi sudah habis, dan saatnya kembali ke dunia nyata. Dan semakin banyak "dosis" nya, semakin enggan saya kembali ke dunia nyata. Ingin rasanya lari dari kenyataan, dan hidup selamanya dalam angan-angan. Khayalan semakin tak jelas dan tak berujung. Mengharapkan suatu kedamaian abstrak, yang entah bagaimana mencapainya.
Suara-suara indah yang terasa manis, mulai terasa pahit. Kesedihan, alih-alih terobati, malah teramplifikasi. Kekesalan, semakin menjadi-jadi. Angan-angan yang tak mungkin tercapai, terasa sakit tak terperi. Saya semakin terjebak di dunia imajinasi sendiri. Di dunia nyata pun, emosi saya jadi cenderung gampang terpancing dan ngga stabil. Mudah kesal oleh sesuatu yang kecil dan remeh.
Bahkan suatu hari, karena suatu problematika dan stress yang memuncak, dunia imajinasi serasa meledak tak terkendali. Ide membuat lagu mengalir tanpa henti. Saya sampai bertanya pada diri sendiri, is it creativity? Or mental illness? (Apakah ini kreativitas atau gangguan kesehatan mental?).
Suddenly have ZERO mood to go to work. (Tiba-tiba kehilangan seluruh motivasi untuk bekerja). Maunya menyendiri. Melihat istri dan anak serasa asing. Rasa putus asa pun mulai meliputi.
Saya mulai khawatir, dan mulai googling mengenai apa yang saya alami ini. Dan saya cukup kaget karena begitu banyak musisi dan artist terkenal yang ternyata menderita mental illness. Seperti Beethoven yang dilaporkan mengalami depresi, yang bahkan beberapa pihak berpendapat dia menderita bipolar disorder (semacam ketidak stabilan emosi, dimana mood bisa berubah drastis dari kondisi "manic" yang begitu bersemangat, hingga kondisi "deppressive" yang dipenuhi perasaan kosong, putus asa, dan bahkan keinginan mengakhiri hidup). Begitu juga Kurt Cobain (bipolar disorder). Adele yang mengalami masalah Panic attack dan anxiety. Dan bahkan Beyonce dan Lady Gaga.
Menyadari potensi keseriusan masalah yang saya alami, saya sudah mencoba beberapa hal, salah satunya dengan bercerita ke orang-orang terdekat. Walaupun lumayan bikin plong, curhat saja ternyata ngga banyak membantu. Akhirnya saya coba untuk curhat dengan cara lain, yaitu menulis. Memang lebih efektif dan lebih relieving. Tapi rupanya semua itu hanya mengobati sementara aja, ngga permanen.
Hingga akhirnya tanpa sengaja saya menemukan suatu quote dari Ibnul Qayyim yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah penawar bagi segala penyakit hati. Tapi entah kenapa ada semacam "alergi" untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an. Tak bisa berlama-lama membacanya, apalagi mempelajari. Ketika menyalakan radio di mobil, yang dicari adalah lagu yang nge-klik. Dan ketika tanpa sengaja menemukan stasiun radio yang memutar murottal Al-Qur'an, cepat-cepat saya pindahkan ke frequency lain. Entahlah, seperti ada sesuatu di dalam hati yang ngga cocok dengan Al-Qur'an.
Suatu hari yang lain saya menemukan quote lain dari Ibnul Qayyim:
"Musik dan Al-Qur'an tak bisa berada di dalam satu hati."
"Sungguh musik dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan, dan mengamalkan isi Al-Qur'an."
Reaksi pertama ketika membaca ini tentu saja denial, penolakan. Masa sih?
Walaupun ada sesuatu di dalam diri yang mengatakan bahwa ini benar-benar sesuai dengan apa yang saya alami. Seiring berjalannya waktu, penolakan tetap mendominasi, tetapi saya tidak bisa berhenti memikirkan kata-kata Ibnul Qayyim itu.
Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengurangi "dosis" musik sedikit-sedikit. Memperjarang interaksi dengan lagu-lagu favorit.
Lalu kemudian mencoba menancapkan earphone lagi ke telinga, bukan untuk mendengarkan musik, tapi untuk mendengarkan murottal. Begitu tombol play ditekan, terdengar suara Syeikh Misyari Rasyid Al-Afasy yang begitu merdu. Ini, terasa berbeda. Soothing. Tapi hati masih biasa-biasa aja.
Entah kenapa semakin lama, frekuensi mendengarkan murottal semakin sering. Walaupun belum bisa lepas dari musik. Mulai ada sedikit pengaruh. Hati terasa sedikit lebih stabil. Tapi belum ada pengaruh signifikan. Kadang masih tak bisa menahan rasa "haus" untuk mendengarkan musik. Dan terjebak lagi di dunia imajinasi.
I took one step further. Saya coba mendengarkan murottal dari aplikasi Al-Qur'an di smartphone, sehingga saya bisa mendengar sambil membaca terjemahannya.
Dan keajaiban mulai terjadi. Entah kenapa air mata mengalir tak terbendung. Saya ingat betul, saat itu stress dan problem hidup sedang muncul lagi, dan di hadapan saya adalah Al-Qur'an Surat Al-Qalam ayat 48:
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِ ۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌ
"Maka bersabarlah engkau terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah engkau seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih."
Kata-kata yang menembus relung hati yang terdalam. So powerful. Surat Al-Qalam sendiri, diawali dengan huruf "Nun", dan incredibly poetic karena setiap ayatnya berakhiran "uun" atau "uum". Dan tidak seperti musik, yang liriknya kebanyakan berupa luapan emosi, ayat ini begitu sarat nasihat.
Saya tahu bahwa kata "engkau" di ayat itu mengacu kepada Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam. Tapi kenyataan bahwa ayat itu secara kebetulan hadir di saat yang tepat, seakan menjawab semua keluh kesah dan kegelisahan yang ada. Saya seakan sedang dinasehati agar tidak manja. Karena apalah artinya masalah saya ini dibandingkan dengan Nabi Yunus 'Alaihissalam yang ditelan ikan paus?
Dan hal seperti ini terjadi bukan hanya sekali atau dua kali. Tapi berkali-kali.
Ketika merasa buntu di suatu kesulitan, dan tak tahan rasanya ingin shalat dan membaca Qur'an, secara kebetulan lagi Surat Al-Insyirah ada di hadapan:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5-6)
Dan beberapa waktu kemudian, kemudahan-kemudahan benar-benar datang. Dan bukan hanya satu, tapi banyak kemudahan.
Sejak itu saya semakin sering berinteraksi dengan Al-Qur'an, berkali-kali setiap hari. Saya tak pernah lagi curhat kepada orang lain. Saya hanya menceritakan keluh kesah saya kepada Allah. Mengadu kepada Allah. Menangis kepada Allah.
Dan semua itu menghasilkan stress relieving yang begitu dahsyat. Saya makin menyadari dan bisa membedakan hal-hal mana saja yang ada di dalam kontrol saya, dan mana yang berada di luar kendali saya. Belajar menerima Qadr-Nya.
Dan tanpa disadari saya sudah "sembuh". Tak ada lagi dunia imajinasi. Tak ada lagi putus asa, kesedihan, dan kekesalan. Hati pun terasa lebih stabil, tidak mudah kesal, dan mudah memaafkan.
Semakin lama, saya makin menyadari bahwa musik, bukanlah "air", tapi "racun" yang terasa manis, namun membunuh secara perlahan. Kata-kata dan suara indah yang penuh khayalan yang melalaikan.
"Air" yang sebenarnya adalah Al-Qur'an. Seperti tenggorokan kering yang haus akan air menyegarkan, hati ini pun selalu haus akan petunjuk, thirsty of guidance, yang ada di dalam Al-Qur'an. Dan kita membutuhkannya setiap saat, seperti air. Kita ngga bisa bilang, "Oh saya sudah minum minggu kemarin, belum butuh minum lagi". Nope! We need it several times every day. Begitu pun Al-Qur'an. Hati kita membutuhkannya setiap hari, bukan setiap minggu, atau setiap bulan, apalagi setiap tahun.
Jika hati diibaratkan seperti sesuatu yang bergetar dengan berbagai modus getar, tergantung emosi yang dirasakan (sedih, bahagia, marah, kecewa, dsb). Maka musik cenderung meng-amplifikasi setiap jenis modus getar. Sedih, tambah sedih. Putus cinta, tambah putus asa, sampai bisa bunuh diri. Membuat hati tenggelam di alam imajinasi, tanpa memberikan solusi.
Sedangkan Al-Qur'an, Subhanallah....
Al-Qur'an berinteraksi dengan hati sedemikian rupa sehingga apapun modus getarnya, apapun jenis emosinya, bisa diredam sehingga getarannya menjadi stabil. Ngga bikin mood jadi ngga karuan dan definitely memberi solusi dan nasehat-nasehat yang menohok di hati.
Kini suara Syeikh Misyari Rasyid Al-Afasy selalu terngiang-ngiang di kepala. Bakat musik bawaan lahir ternyata menciptakan "sound memory" yang membantu saya menghafal Al-Qur'an. Padahal dulu saya paling sulit menghafal Al-Qur'an. Jangankan surat-surat yang panjang, yang pendek pun susah. Bahkan surat-surat yang sudah hafal cenderung hilang dan terlupakan sedikit demi sedikit.
Kini tak ada lagi musik di kepala. I quit.
Walaupun tentu saja sulit untuk menghindari musik yang diputar di luar kontrol kita (misalnya: background musik di tempat makan, dll). Saya hanya bisa menghindari sebisanya. Yang paling penting, saya tidak pernah lagi merasa "haus" akan musik.
Dan saya tidak pernah merasa sedekat ini dengan Al-Qur'an di sepanjang hidup saya.
Sungguh Allah dan Rasul-Nya paling tahu apa yang terbaik. Manusia hanya begitu angkuh untuk tunduk pada setiap hukum-Nya.
Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik."
(HR. Bukhari)
Created By : Eka Pratama
Selasa, 18 Juli 2017
Ya Allah... jadikanlah aku Ahlul Qur'an (seri 1)
Penulis : (ustadz Abdul Azis Abdul Rouf)
Seseorang datang kepada Ibrahim bin Adham ra, " Ya Aba Ishaq, sesungguhnya diriku banyak melanggar, jelaskan kepadaku sesuatu yang dapat menghentikan dan menyelamatkan"
Laki-laki itu berkata : "Mana ya Aba Ishaq"
"Yang pertama, jika engkau hendak bermaksiat kepada Allah maka janganlah engkau makan dari rezeki-Nya"
Lelaki itu membantahnya, "Bagaimana aku bisa makan, karena semua yang ada di bumi rezeki dari-Nya"
Adham menjawab : "Wahai fulan, apakah pantas engkau menikmati rezeki dariNya dan engkau bermaksiat kepadaNya?"
"Tentu tidak pantas" jawab sekali tadi.
"Sekarang mana pesan yang kedua?"
"jika kau akan bermaksiat maka janganlah engkau tinggal di negeri Allah di mana pun berada"
Lelaki itu menjawab : "Wah ini lebih berat lagi, dimana lagi aku harus tinggal?"
"Kalau begitu apakah pantas engkau bermaksiat kepadaNya tapi Engkau menikmati rezekiNya dan tinggal di negeri bumiNya"
"Tentu tidak pantas. Kalau begitu apa yang ketiga?"
"Jika engkau ingin bermaksiat padahal engkau makan rezekiNya dan menempati bumi negeriNya, sekarang lihatlah atau carilah tempat yang tidak bisa dilihat oleh Allah dan bermaksiat disitu."
Laki-laki itu menjawab : "Bagaimana mungkin padahal Allah mengetahui semua yang rahasia."
"Kalau begitu apakah pantas engkau bermaksiat kepadaNya padahal Dia selalu melihatmu dimanapun kamu berada, mengetahui yang dilakukan terang-terangan dan rahasia?"
"Sekarang jelaskan pesanmu yang keempat"
"Apabila datang kematian, kepadamu, katakan kepada malaikat: Undurlah kematian ini, aku ingin melakukan satu amal sholeh saja karena Allah."
"Wah itu tidak mungkin diterima."
"Jika kamu tidak mampu menolak kematian dan engkau tahu jika kematian sudah datang tidak mungkin ditunda bagaimana mungkin engkau mengharapkan keselamatan."
"Sekarang apa pesanmu yang kelima?"
"Jika datang kepadamu, malaikat zabaniyah yang menyeretmu ke dalam neraka, maka engkau jangan mau"
"Itu tidak mungkin, mereka akan tetap menyeretku"
"Kalau begitu bagaimana mungkin engkau mengharap keselamatan?"
"Cukup-cukup wahai Ibarahim sekarang saya minta ampun kepada Allah dan bertobat."
Sejak itu, laki-laki ini benar-benar bertobat dan terus menerus beribadah sampai meninggal dunia.
Penulis : (ustadz Abdul Azis Abdul Rouf)
Seseorang datang kepada Ibrahim bin Adham ra, " Ya Aba Ishaq, sesungguhnya diriku banyak melanggar, jelaskan kepadaku sesuatu yang dapat menghentikan dan menyelamatkan"
Laki-laki itu berkata : "Mana ya Aba Ishaq"
"Yang pertama, jika engkau hendak bermaksiat kepada Allah maka janganlah engkau makan dari rezeki-Nya"
Lelaki itu membantahnya, "Bagaimana aku bisa makan, karena semua yang ada di bumi rezeki dari-Nya"
Adham menjawab : "Wahai fulan, apakah pantas engkau menikmati rezeki dariNya dan engkau bermaksiat kepadaNya?"
"Tentu tidak pantas" jawab sekali tadi.
"Sekarang mana pesan yang kedua?"
"jika kau akan bermaksiat maka janganlah engkau tinggal di negeri Allah di mana pun berada"
Lelaki itu menjawab : "Wah ini lebih berat lagi, dimana lagi aku harus tinggal?"
"Kalau begitu apakah pantas engkau bermaksiat kepadaNya tapi Engkau menikmati rezekiNya dan tinggal di negeri bumiNya"
"Tentu tidak pantas. Kalau begitu apa yang ketiga?"
"Jika engkau ingin bermaksiat padahal engkau makan rezekiNya dan menempati bumi negeriNya, sekarang lihatlah atau carilah tempat yang tidak bisa dilihat oleh Allah dan bermaksiat disitu."
Laki-laki itu menjawab : "Bagaimana mungkin padahal Allah mengetahui semua yang rahasia."
"Kalau begitu apakah pantas engkau bermaksiat kepadaNya padahal Dia selalu melihatmu dimanapun kamu berada, mengetahui yang dilakukan terang-terangan dan rahasia?"
"Sekarang jelaskan pesanmu yang keempat"
"Apabila datang kematian, kepadamu, katakan kepada malaikat: Undurlah kematian ini, aku ingin melakukan satu amal sholeh saja karena Allah."
"Wah itu tidak mungkin diterima."
"Jika kamu tidak mampu menolak kematian dan engkau tahu jika kematian sudah datang tidak mungkin ditunda bagaimana mungkin engkau mengharapkan keselamatan."
"Sekarang apa pesanmu yang kelima?"
"Jika datang kepadamu, malaikat zabaniyah yang menyeretmu ke dalam neraka, maka engkau jangan mau"
"Itu tidak mungkin, mereka akan tetap menyeretku"
"Kalau begitu bagaimana mungkin engkau mengharap keselamatan?"
"Cukup-cukup wahai Ibarahim sekarang saya minta ampun kepada Allah dan bertobat."
Sejak itu, laki-laki ini benar-benar bertobat dan terus menerus beribadah sampai meninggal dunia.
Agar Institusi Pendidikan Maju dan Diminati Masyarakat
Dalam sebuah majelis ada seorang ustadz bertanya kepada KH. Abdullah Syukri Zarkasyi (Pengasuh Pon-Pes Gontor).
Apa rahasia agar institusi pendidikan maju dan diminati masyarakat ?
Kyai Syukri tersenyum dan tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Kemudian beliau menjawab dg pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran:
المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة
"Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran."
Jadi, sebagus apa pun materi pembelajaran, namun jika metode pembelajarannya kurang baik, maka hasilnya kurang maksimal.
Lalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya....
الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة
"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran."
Sehingga, sebagus apa pun metode pembelajaran, tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.
Kemudian beliau menyampaikan ungkapan yang sangat inspiratif, yaitu:
المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس
"Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri."
Ungkapan yang sangat luar biasa!
Jiwa Guru jauh lebih penting! Ya, kekuatan batin, lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir.
Kyai Syukri menjelaskan bahwa cara membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه ). Dengan melakukan amalan-amalan wajib, ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah.
Bayangkan jika kita...
🌿 mengajar dgn 'jiwa'
🌿 Niat kita ikhlas dalam mengajar, membimbing dan mendidik murid, ikhlas dalam menasehati,
🌿 disiplin ketika mengajar, dalam kehadiran, menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran
🌿 berakhlak baik kepada murid,
🌿 mendoakan mereka di setiap selesai sholat kita atau bahkan...mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.
Insya Allah Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari relung hati & jiwa.
Maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita. Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati, akan diterima oleh hati.
Apa rahasia agar institusi pendidikan maju dan diminati masyarakat ?
Kyai Syukri tersenyum dan tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Kemudian beliau menjawab dg pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran:
المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة
"Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran."
Jadi, sebagus apa pun materi pembelajaran, namun jika metode pembelajarannya kurang baik, maka hasilnya kurang maksimal.
Lalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya....
الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة
"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran."
Sehingga, sebagus apa pun metode pembelajaran, tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.
Kemudian beliau menyampaikan ungkapan yang sangat inspiratif, yaitu:
المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس
"Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri."
Ungkapan yang sangat luar biasa!
Jiwa Guru jauh lebih penting! Ya, kekuatan batin, lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir.
Kyai Syukri menjelaskan bahwa cara membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه ). Dengan melakukan amalan-amalan wajib, ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah.
Bayangkan jika kita...
🌿 mengajar dgn 'jiwa'
🌿 Niat kita ikhlas dalam mengajar, membimbing dan mendidik murid, ikhlas dalam menasehati,
🌿 disiplin ketika mengajar, dalam kehadiran, menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran
🌿 berakhlak baik kepada murid,
🌿 mendoakan mereka di setiap selesai sholat kita atau bahkan...mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.
Insya Allah Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari relung hati & jiwa.
Maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita. Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati, akan diterima oleh hati.
Adversity Quetiont
Setelah IQ, EQ, SQ, sekarang muncul AQ...
SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN
By : Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)
Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .
Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.
ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,
Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".
#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".
#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".
#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".
Kapan anaknya bisa?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?
Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.
Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!
Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
,
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.
AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT
Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.
So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...
Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.
Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?
Bisa2 anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.
Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.
_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri....
SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN
By : Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)
Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .
Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.
ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,
Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".
#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".
#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".
#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".
Kapan anaknya bisa?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?
Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.
Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!
Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
,
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.
AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT
Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.
So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...
Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.
Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?
Bisa2 anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.
Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.
_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri....
Selasa, 24 Januari 2017
🌴🐫 ONE DAY ONE SHIRAH 🐫🌴
👉 MATERI 3, JILID 1 👈
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Alhamdulillah kita masih diberi nikmat sehat, iman dan Islam, semoga kita semua selalu dilimpahi rahmat dan keberkahan dari سبحانه وتعالى الله Aamiin...
Yuk kita lanjutkan kisah tentang suku yang tinggal di Jazirah Arab...😊
👳 Badui 👳
Ikhwan wa ukhti fillah....
Suku Badui adalah penduduk asli Jazirah Arab. Mereka adalah prajurit pengelana yang tangguh. Tinggi mereka sedang, tapi kekar, cekatan, dan kuat menderita dalam alam yang keras. Jika ada anggota keluarga yang tewas, para lelaki Badui akan segera membalas pembunuhnya. Mereka berani dalam bertempur dan sabar dalam kekalahan.
Meski demikian, orang Badui terkenal tanah, senang memberi, dan sangat menghormati tamu. Mereka juga tenang, sabar, dan tidak cepat marah. Orang Badui juga sangat mengagumi keindahan syair. Jiwa orang orang Badui mudah terpanggil pada kebenaran. Mereka adalah orang orang sederhana. Mereka duduk di lantai dengan wadah makanan di lutut. Dengan demikian, tidak bisa dibedakan mana majikan dan mana bawahan.
Sahabat fillah..., kepada orang orang inilah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, diutus. Berkat bimbingan Nabi Muhammadlah orang orang Badui dari padang pasir yang sunyi ini mampu mengguncang dunia. Merekalah yang akhirnya menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Merekalah yang membangun umat Islam menjadi umat yang besar dan dihormati.
Namun, jauh sebelum menyebar ke penjuru bumi, perjalanan umat Islam di Jazirah Arab dimulai oleh kisah Nabi Ibrahim عَلَيْهِ السَلاَمُ. Beliau adalah nenek moyang Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.
Kita lanjutkan besok ya kisah keberanian Nabi Ibrahim عَلَيْهِ السَلاَمُ In syaa Allah 😊
📝Catatan tambahan 📝
🎪 Kemah Badui 🎪
Kemah Badui dibuat dari bulu kambing yang ditenun renggang agar ada celah untuk peredaran udara. Kala lembab dan hujan, seratnya merapat menangkal air. Pada musim panas, kemah teduh dan angin meniup dari samping. Pada musim dingin, udara hangat karena hanya bagian depan yang terbuka. Perabotan dalam kemah terbatas pada tikar untuk tidur, perkakas dapur, dan kantong air yang terbuat dari kulit.
Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 1
Nur Ikrar Aisfar
SLC Sygma Daya Insani
👉 MATERI 3, JILID 1 👈
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Alhamdulillah kita masih diberi nikmat sehat, iman dan Islam, semoga kita semua selalu dilimpahi rahmat dan keberkahan dari سبحانه وتعالى الله Aamiin...
Yuk kita lanjutkan kisah tentang suku yang tinggal di Jazirah Arab...😊
👳 Badui 👳
Ikhwan wa ukhti fillah....
Suku Badui adalah penduduk asli Jazirah Arab. Mereka adalah prajurit pengelana yang tangguh. Tinggi mereka sedang, tapi kekar, cekatan, dan kuat menderita dalam alam yang keras. Jika ada anggota keluarga yang tewas, para lelaki Badui akan segera membalas pembunuhnya. Mereka berani dalam bertempur dan sabar dalam kekalahan.
Meski demikian, orang Badui terkenal tanah, senang memberi, dan sangat menghormati tamu. Mereka juga tenang, sabar, dan tidak cepat marah. Orang Badui juga sangat mengagumi keindahan syair. Jiwa orang orang Badui mudah terpanggil pada kebenaran. Mereka adalah orang orang sederhana. Mereka duduk di lantai dengan wadah makanan di lutut. Dengan demikian, tidak bisa dibedakan mana majikan dan mana bawahan.
Sahabat fillah..., kepada orang orang inilah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, diutus. Berkat bimbingan Nabi Muhammadlah orang orang Badui dari padang pasir yang sunyi ini mampu mengguncang dunia. Merekalah yang akhirnya menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Merekalah yang membangun umat Islam menjadi umat yang besar dan dihormati.
Namun, jauh sebelum menyebar ke penjuru bumi, perjalanan umat Islam di Jazirah Arab dimulai oleh kisah Nabi Ibrahim عَلَيْهِ السَلاَمُ. Beliau adalah nenek moyang Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.
Kita lanjutkan besok ya kisah keberanian Nabi Ibrahim عَلَيْهِ السَلاَمُ In syaa Allah 😊
📝Catatan tambahan 📝
🎪 Kemah Badui 🎪
Kemah Badui dibuat dari bulu kambing yang ditenun renggang agar ada celah untuk peredaran udara. Kala lembab dan hujan, seratnya merapat menangkal air. Pada musim panas, kemah teduh dan angin meniup dari samping. Pada musim dingin, udara hangat karena hanya bagian depan yang terbuka. Perabotan dalam kemah terbatas pada tikar untuk tidur, perkakas dapur, dan kantong air yang terbuat dari kulit.
Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 1
Nur Ikrar Aisfar
SLC Sygma Daya Insani
SALAH
ASUH DALAM BELAJAR
Setiap kita
sebenarnya mudah untuk belajar, masalahnya cara belajar yang dipake itu masih
secara umum, tidak khusus kepada setiap anak yang notabene berbeda. Akibatnya,
anak ada yang berprestasi karena cara belajar itu tepat untuk dia, nah yang
tidak tepat untuk anak tertentu, jadinya tak berprestasi, lalu yang disalahkan
anak. Apa iya seperti itu?
Setiap anak unik,
sebagaimana setiap orang tua, sebagai suami atau istri unik juga. Karena coba
aja samakan pasangan anda dengan istri atau suami tetangga, kalau gak mau
tidurnya di sofa.
Pada kesempatan kali ini saya
mau berbagi sedikit tips parenting tentang cara belajar anak. Semoga tulisan
ini berguna bagi ayah-bunda maupun para asatidz/asatidzah dalam membimbing anak-anak
yang kelak akan menjadi penerus bangsa dan agama ini. Aamiin.
Anak Insting biarkan belajar sambil nonton TV atau dengar musik. Anak Insting kebanyakannya belajar sambil melakukan aktifitas lainnya, kemampuan otaknya yang serba bisa membuat dia merasa nyaman dan enjoy saat belajar sambil nonton tv/dengar musik.
Anak Insting biarkan belajar sambil nonton TV atau dengar musik. Anak Insting kebanyakannya belajar sambil melakukan aktifitas lainnya, kemampuan otaknya yang serba bisa membuat dia merasa nyaman dan enjoy saat belajar sambil nonton tv/dengar musik.
Nah, logika kebanyakan orang
tua, masa belajar sambil nonton tv/dengar musik. Maka dilaranglah si anak
Insting tadi nonton tv, suruh masuk kamar, belajar sendiri, alhasil ketika anak
tak mau belajar yang disalahkan anaknya. Padahal…hmm..orang tua yang tak tahu
dimana letak kehebatan anak Instingnya dalam belajar.
Anak Feeling biarkan belajar kelompok, bersama teman temannya atau anda yang menjadi temannya belajar, ya..ngobrol dulu, ngalur ngidul kesana kemari, curhat curhatan, jangan langsung main hajar aja, buka buku untuk belajar. Saat udah enak moodnya, baru buka bukunya dan belajar.
Jangan disuruh belajar sendiri
dikamar, tidur dia nanti. Menjauhkan anak feeling dari komunitas teman
temannya, sama dengan mematikan kehebatannya.
Kenapa Anak Feeling malas
belajar, karena orang tuanya melarang dia belajar kelompok bersama teman
temannya. Belajar kelompok dengan diskusi sambil ngobrol adalah cara termudah
anak Feeling menyerap ilmu.
Anak Sensing, biarkan bermain terlebih dahulu sepulang sekolah, berkeringat, baru lah belajar. Anak Sensing inilah yang cocoknya senam dulu sebelum belajar. Anak Sensing, please jangan dipaksa Tidur Siang kalau ia tidak mau, ntar kasihan jadinya OON, pelupa ‘bin’ gendut ‘binti’ pemalas. Kalau dia belajar dirumah badannya gak bisa diam, mulutnya gak bisa diam, ya mbok dibiarin aja. Emang gitu gaya belajarnya. Anak Sensing kudu ngabisin baterenya dengan banyak bergerak, kalo ndak malamnya dia gentayangan kayak cacing kepanasan dikamar, susah gak mau tidur.
Kenapa Anak Sensing jadi malas
belajar, bisa jadi karena dia tidak diberikan waktu bermain atau berkeringat.
Alasan orang tua, kasihan nanti kecapekan. Padahal mainnya anak Sensing itulah
cara paling ampuh merefresh otaknya yang udah penat belajar. Justru anda harus
buat anak Sensing berkeringat agar potensinya meningkat.
Kalau mau suruh tidur, suruh aja Anak Intuiting tidur siang dulu (sepulang sekolah) sebelum belajar, itupun jangan lama-lama, cukup 15 menit saja. Setelah itu bangunkan, suruh nonton kartun dulu 10 menit di youtube, baru belajar.
Sebelum belajar anak Intuiting
baiknya jangan makan dulu..hehe..ntar kalau udah makan, ngantuk dia, tidurnya
bisa panjang. Intuiting kebanyakan makan oon, kurangi makannya, belajarnya jadi
OK.
Tapi jangan anak Sensing yang
dikurangi makannya, dia butuh banyak makan buat energi gerak tubuhnya. Tapi
biasanya anak Sensing malas makan, karena gak enak makanannya. Anak Intuiting
cenderung malas berkeringat, sehingga energi dari apa yang dimakannya jadi
pemberat Mata.
Kenapa Anak Intuiting malas
belajar, bisa jadi karena orang tua tidak memberi ruang bagi si anak untuk
mengerjakan dengan caranya sendiri, belajar dengan gayanya sendiri, pernah ada
orang tua yang bilang, udah dibeliin meja belajar, belajarnya malah diteras.
Haha..meja belajar ampuh untuk anak Thinking bu, saya bilang, anak Intuiting
yang meruang, alam terkembang, langit bergantung menjadi tempat belajarnya, apa
ibu bisa beliin meja selebar jagat raya.
Anak Thinking biarkan belajar sendiri, anda beruntung punya anak Thinking, bisa mandiri, tapi kalau terlalu anda dikte dan ajari yang dia udah tau, berulang ulang, bersiaplah, hilang motivasi belajarnya. Anak Thinking siapkan suasana hening saat belajar, jauhkan dari anak Sensing yang belajarnya gak bisa diam, bisa pecah konsentrasi Anak Thinking.
Kenapa Anak Thinking jadi malas belajar, bisa jadi karena orang tua selalu mengulang ulang yang anak Thinking udah tau. Karena Anak Thinking itu Sotoy, jangan sampai kita kelihatan sotoy juga dimatanya.
Terus gimana kita bisa tahu anak
ini masuk dalam kategori yang mana? Itu bisa dilakukan dengan pengamatan. Kita juga
bisa melakukan tes. Sekarang ini banyak lembaga yang menyediakan tes untuk
mengetahui minat-bakat dan gaya belajar anak.
Semoga sedikit tulisan ini bisa
bermanfaat untuk ayah-bunda sekalian. J
🌴🐫 ONE DAY ONE SHIRAH🐫🌴
👉 MATERI 2, JILID 1 👈
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Akhi wa ukhti fillah ...
Semoga kita semua selalu dalam lindungan سبحانه وتعالى الله Aamiin...
Sebelum menginjak ke dalam kisah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, ada baiknya kita mengenal Jazirah Arab dulu yuk...😊
🌎 Letak Mekah 🌎
Sahabat-sahabat Sholih/ah...., tahukah kalian nama kota suci kaum Muslimin? Ya betul! Kota suci kaum Muslimin adalah Kota Mekah. Di Kota Mekah inilah letaknya Ka'bah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim di dunia menghadapkan diri jika sedang shalat. Di kota Mekah inilah nabi kita tercinta, Muhammad صلى الله عليه وسلم, dilahirkan.
Kemudian, apakah kalian juga tahu di mana letak Kota Mekah? Di atas bukit yang subur? Atau di pinggir sungai besar yang dipenuhi banyak ikan? Sahabat fillahku, sebenarnya Kota Mekah adalah sebuah lembah yang tidak begitu luas di tengah lautan pasir. Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat. Begitu rapatnya sehingga cuma ada tiga jalan untuk keluar dan masuk Mekah. Jalan pertama menuju ke Yaman, jalan ke dua menuju ke Laut Merah, dan jalan ketiga adalah jalan menuju Palestina.
Ribuan tahun yang lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat persinggahan rombongan kafilah, baik yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya, yang datang dari Palestina menuju Yaman. Nabi Ismail lah yang pertama kali membuat Mekah menjadi sebuah kota.
📝Catatan tambahan 📝
Pakaian Orang Arab
Penduduk asli Jazirah Arab adalah suku Badui. Pakaian mereka longgar, hangat pada musim dingin, dan sejuk pada musim panas. Pakaian ini menjaga kulit dari sengatan matahari serta angin kering. Pada zaman para nabi, pakaian ini terdiri atas dua helai. Satu helai melilit tubuh dari bawah ketiak. Satu helai lagi adalah sebuah jubah panjang sampai kaki dan terbuat dari bulu domba atau unta. Warnanya krem dengan lurik tegak berwarna hitam, biru, coklat atau putih. Pakaian wanitanya panjang menyapu tanah dan sangat longgar. Selendang melilit pinggang, jubahnya berlurik merah, kuning, hitam atau biru. Cadarnya berwarna hitam atau putih. Tudung kepala berwarna merah, putih, atau cokelat melindungi mata, telinga, dan hidung dari debu dan badai pasir.
Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku jilid 1
Nur Ikrar Aisfar
SLC Sygma Daya Insani
👉 MATERI 2, JILID 1 👈
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Akhi wa ukhti fillah ...
Semoga kita semua selalu dalam lindungan سبحانه وتعالى الله Aamiin...
Sebelum menginjak ke dalam kisah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, ada baiknya kita mengenal Jazirah Arab dulu yuk...😊
🌎 Letak Mekah 🌎
Sahabat-sahabat Sholih/ah...., tahukah kalian nama kota suci kaum Muslimin? Ya betul! Kota suci kaum Muslimin adalah Kota Mekah. Di Kota Mekah inilah letaknya Ka'bah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim di dunia menghadapkan diri jika sedang shalat. Di kota Mekah inilah nabi kita tercinta, Muhammad صلى الله عليه وسلم, dilahirkan.
Kemudian, apakah kalian juga tahu di mana letak Kota Mekah? Di atas bukit yang subur? Atau di pinggir sungai besar yang dipenuhi banyak ikan? Sahabat fillahku, sebenarnya Kota Mekah adalah sebuah lembah yang tidak begitu luas di tengah lautan pasir. Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat. Begitu rapatnya sehingga cuma ada tiga jalan untuk keluar dan masuk Mekah. Jalan pertama menuju ke Yaman, jalan ke dua menuju ke Laut Merah, dan jalan ketiga adalah jalan menuju Palestina.
Ribuan tahun yang lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat persinggahan rombongan kafilah, baik yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya, yang datang dari Palestina menuju Yaman. Nabi Ismail lah yang pertama kali membuat Mekah menjadi sebuah kota.
📝Catatan tambahan 📝
Pakaian Orang Arab
Penduduk asli Jazirah Arab adalah suku Badui. Pakaian mereka longgar, hangat pada musim dingin, dan sejuk pada musim panas. Pakaian ini menjaga kulit dari sengatan matahari serta angin kering. Pada zaman para nabi, pakaian ini terdiri atas dua helai. Satu helai melilit tubuh dari bawah ketiak. Satu helai lagi adalah sebuah jubah panjang sampai kaki dan terbuat dari bulu domba atau unta. Warnanya krem dengan lurik tegak berwarna hitam, biru, coklat atau putih. Pakaian wanitanya panjang menyapu tanah dan sangat longgar. Selendang melilit pinggang, jubahnya berlurik merah, kuning, hitam atau biru. Cadarnya berwarna hitam atau putih. Tudung kepala berwarna merah, putih, atau cokelat melindungi mata, telinga, dan hidung dari debu dan badai pasir.
Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku jilid 1
Nur Ikrar Aisfar
SLC Sygma Daya Insani
Langganan:
Postingan (Atom)